KARATE SMANSA TEBAS
posted on, december 2, 2014 by
Abang Ikhbal Zulka Apriansyah
Karate Smansa Tebas atau yang biasa disebut KST adalah Organisasi Olahraga Karate Independent yg Didirikan oleh Abang Ikhbal Zulka Apriansyah.KST adalah beladiri Karate jenis Aliran Kyokushin, KST mengutamakan beladiri Full-Contact dimana Praktisinya dituntut untuk berkumite dengan tangan kosong dan tanpa pelindung sama sekali, di KST, sang pendiri mengutamakan kedisiplinan dan kemampuan anggota untuk dapat menikmati indahnya memukul dan dipukul.
Berdiri pada tanggal 18 April 2012 , pada awalnya sang pendiri adalah praktisi Karate Lemkari dibawah asuhan langsung senpai-senpai sarat prestasi di daerahnya sebut saja Senpai Risal, Senpai Marno, Senpai Handriani dan Senpai Mosthohirin yang dinotabe adalah juara juara di era emasnya.
Sang Pendiri berlatih dibawah asuhan Senpai Selama 6 bulan, dikarenakan masing-masing Senpai Punya Kesibukan Tersendiri maka hampir saja dojonya pada saat itu (Tebas Karate Club) atau TKC lowong pelatih, tapi Para Senpai-Senpainya mempercayakan Posisi Kepelatihan Kepada Beliau.
Sang Pendiri berlatih dibawah asuhan Senpai Selama 6 bulan, dikarenakan masing-masing Senpai Punya Kesibukan Tersendiri maka hampir saja dojonya pada saat itu (Tebas Karate Club) atau TKC lowong pelatih, tapi Para Senpai-Senpainya mempercayakan Posisi Kepelatihan Kepada Beliau.
Atas Jasanya Beliau di anugerahi kyu-5 hanya dalam 6 bulan latihan, dan meraih kyu-3 hanya dalam 1 tahun, sebagai pengganti pelatih beliau terus berusaha yang terbaik agar tidak dipandang remeh para kohai-kohai di Dojo, Sampai akhirnya suatu ketika ada kejadian tak terduga dimana sang pendiri dihadapkan dengan situasi pertarungan Langsung yang tak dapat dihindari,beliau merasa apa yang di pelajari di dojo serasa kurang greget untuk digunakan sebagai pegangan beladiri untuk jenis pertarungan bebas.
Mulanya sang pendiri, mulai menenmpa diri dengan berlatih sendiri, mencoba untuk mencoba sebatas mana kemampuannya, makiwara pun dihantam rutin 300 kali sehari dengan berbagai tekhnik tentunya, di tambah pula dengan latihan menggunakan sandsack, sang pendiri pun mencoba untuk mengubah pola latihan kohai-kohai ke pola latihan ekstra keras, dan penuh baku hantam plus latihan penguatan di bagian otot-otot tertentu, barulah terasa betapa eksposifnya teknik karate, akan tetapi sangat disayangkan, para Senpai senpai beliau tidak setuju,dengan pola latihan tersebut karna dinilai menyimpang dari seni beladiri dan philosofi yang dipegang perguruan, dan beliau pun mengundurkan diri dari DOJO, serta dikeluarkan dari keanggotaan secara tidak hormat.
Mulai dari situ beliau mulai menggeluti jenis beladiri karate kesukaannya (kyokushin), dimulai dari latihan sendiri dan kini sudah mulai ada kohai-kohai kepercayaan yang diajak latihan bersama, beliau mulai di kesampingkan dan disindir keberadaannya oleh para senpai-senpai karna dinilai melakukan latihan yang "malpraktik" dari ajaran mereka, tapi dengan semangat yang kokoh sang pendiri pun tetap melanjutkan latihannya..
Pada dasarnya Beladiri itu ada untuk mempertahankan praktisinya dari cedera yang serius dan membiasakan para praktisi dengan rasa sakit, walaupun demikian beladiri harus tetap menjadi santapan yang menyenangkan bagi praktisinya.nah disinilah Karate Sansa Tebas dimulai. air mata , keringat mengucur deras dari para kohai yang belum terbiasa tapi lama kelamaan mereka mulai merasa nyaman dan mulai mencoba untuk meningkatkan batas kemampan mereka.
Sekarang KST memang vakum dikarenakan ditinggal sang pendiri yang sekarang kuliah, tapi selama di perkuliahan sang pendiri terus berusaha untuk meningkatkan keilmuan serta berusaha untuk mengembangkan pola latihan dan teknik teknik baru, .dengan pembinaan yang tepat insyaallah karate smansa tebas akan bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. OSU..
LOVE YOU KST , :')



Tidak ada komentar:
Posting Komentar